MATERI 3 (STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK)
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK
Nunan
berpendapat bahwa untuk mengembangkan pendekatan yang tepat dalam kemampuan
mengajar bahasa pertama penting dan perlu untuk mengerti dasar mendengarkan. Dua
tipe mendengarkan dapat didefinisikan, proses the bottom-up dan the up-down.
Proses bottom-up memegang bahwa
mendengarkan adalah proses pengolahan data linear. Komperhensif menekankan pada
tingkatan bahwa pendengar sukses menguraikan teks yang diucapkan. Sedangkan model
mendengar top-down, kontras,
menyangkut para pendengar dalam keaktifan membangun makna berdasarkan pada
dugaan, penarikan kesimpulan, tujuan, dan pengetahuan relevan lainnya.
Model bottom-up berasumsi bahwa mendengar
adalah proses membaca kata-kata yang didengar dalam linear fashion, dari fenom
hingga teks lengkap. Top-down view menyarankan
bahwa pendengar secara aktif mengkontruksi arti pembicara yang sebenarnya
menggunakan suara yang datang sebagai petunjuk.
Field, menguji format yang umum
digunakan dalam pengajaran mendengar, salah satunya termasuk tiga tahap dalam
aktifitas mendengarkan : Pre-Listening,
Listening, dan Post-Listening.
Menyimak Dalam Praktik
Tantangan bagi
pengajar dalam kelas mengajar adalah untuk memberikan para pendengar suatu
tingkatan kontrol mengenai konten pengajaran, dan untuk mempersonalisasi konten
sehingga pelajar dapat membawa sesuatu dari mereka dalam tugas.
Hasil Pembelajaran Listening : Jhon field
Ketika menyimak
dalam kelas bahasa dirasakan sebagai maksud menghadirkan grammar yang baru. Penglihatan
menghilangkan fakta bahwa satu-satunya lebih merintangi dalam percakapan kecuali
kalau satunya dapat mengikuti apa yang sedang dibicarakan sama baiknya dengan
berbicara.
Penggunaan Alat Pencipta Waktu
Alat tersebut
digunakan untuk menumbuhkan waktu bagi pembicara sehingga dia dapat menyusun
apa yang akan dikatakan selanjutnya pada pidato spontan.
Penggunaan Alat-alat Fasilitas
Penggunaan kata
sela adalah alat lain untuk menfasilitasi produksi pidato, kelancaran dalam
pidato berhubungan dengan rumus bahasa yang digunakan menyangkut dua hal :
mengingat urutan dan stem kalimat leksikal.
Penggunaan Alat Kompensasi
Percakapan
tidak dapat diterima selama interaksi normal. Kecepatan omongan umum dan fakta
bahwa kita tidak dapat menyuruk pembicaraan mengulangi omongannya sekali lagi. Berarti
bahwa proses listening harus dilakukan dengan cepat. Tiga cara tipikal untuk
membangun kelebihan dan membantu membebaskan ingatan adalah dengan mengulang,
pembentukan ulang dan menyusun ulang.
Implikasi Pedagogik
Perlu mengerti
bahwa alat ini ada untuk menfasilitasi produksi pembicara dan proses pendengar
pidato, dan tidak menarik perhatiab pendengar atau untuk menghalangi
pengertian.
Komentar
Posting Komentar