MATERI 8 (HAKIKAT MEMBACA DAN MEMBACA SEBAGAI PROSES)

Hakikat Membaca dan Membaca Sebagai Proses

A.      Peranan Membaca
Membaca memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan, untuk memberikan wawasan serta perspektif yang lebih luas. Peran literasi atau baca tulis sebagai penopang utama kemajuan umat manusia tersebut juga disitir oleh para pakar antropologi budaya. Mereka menyatakan bahwa budaya literasi merupakan sesuatu yang memegang peranan penting dalam merentas kemajuan penghidupan dan ketinggian kebudayaan umat manusia.
B.       Pengertian Dan Proses Membaca
Anderson (1972:209) secara singkatdan sederhana mencoba mendefinisikan membaca sebagai proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis atau reading is a recording and decoding proses. E.Brooks Smith, Kenneth Goodman dan Robert Meridith mengatakan membaca merupakan proses yang aktif tentang rekontruksi makna dari bahasa yang dinyatakan dengan lambang garing (tulisan). Jika dihubungkan dengan masalah pembelajarannya, setiap definisi membaca tersebut sudah barang tentu senantiasa berimplikasi.
C.       Membaca Sebagai Proses
Membaca pada prinsipnya merupakan interaksi antara pembaca dan penulis. Interaksi tersebut tidak langsung, namun bersifat komunikatif. Komunikasi antara pembaca dan pnulis akan makin baik jika pembaca mempunyai kemampuan yang lebih baik. Pembaca hanya dapat berkomunikasi dengan karya tulis yang digunakan oleh pengarang sebagai media untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalamannya.
Proses membaca juga tidak selamanya identik dengan proses mengingat. Membaca bukan harus hafal kata demi kata atau kalimat demi kalimat yang terdapat dalam bacaan. Yang lebih penting ialah menangkap pesan atau ide pokok bacaan yang baik.
1.        Proses Psikologi
Kehidupandan pertumbuhan senantiasa dipengaruhi dengan kegiatan belajar, karenanya banyak hal yang kita kuasai dari proses belajar. begitu pula halnya dengan kemampuan membaca. Ada hal-hal yang mendasar yang perlu mendapat perhatian karena mempunyai kaitan dengan proses membaca, seperti intelegensi, usia mental, jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi, bahasa, ras, kepribadian sikap, pertumbuhan fisik, kemampuan persepsi, dan tingkat kemampuan membaca.
2.        Proses Sensori
Isyarat dan rangsangan untuk kegiatan membaca itu masuk melalui telinga dan mata sedangkan rangsangan huruf Braille masuk melalui syaraf-syaraf jari.
3.        Proses Perseptual
Proses perseptual mempunyai kaitan erat dengan proses sensori. Seperti dalam proses sensoris, secara umum persepsi dimulai dengan melihat, mendengar, mencium, mengecap, dan meraba. Tetapi dalam kegiatan membaca cukup memperhatikan kedua hal yaitu melihat dan mendengar.
Vernon (1962) menjelaskan bahwa proses perseptual dalam membaca terdiri dari empat bagian : 1) kesadaran akan rasangan visual, 2) kesadaran akan persamaan pokok untuk mengadakan klasifikasi umum kata-kata, 3) klasifikasi lambang-lambang visual untuk kata-kata yang ada dalam kelas umum, dan 4) identifikasi kata-kata yang dilakukan dengan jalan menyebutkannya.
4.        Proses Perkembangan
Membaca pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi sepanjang hayat seseorang. Anak-anak tertentu mempunyai kesiapan belajar membaca lebih cepat dari pada anak-anak yang lain dan ada pula anak-anak yang memiliki kesiapan yang sangat dini, pada usia empat bahkan tiga tahun. Kita tahu bahwa anak-anak yang lain bisa membaca baru pada usia enam atau tujuh tahun. Setiap orang mempunyai kecepatan kemampuan membaca seumur hidupnya dengan kecepatan yang berbeda-beda.
5.        Proses Perkembangan Keterampilan
Sifat proses perkembangan keterampilan dapat dijelaskan sebagai berikut.
a.         Keterampilan itu objektif  karena dalam perkembangannya tidak tergantung pada materi, metode, atau pun tingkatan-tingkatan akademis.
b.        Keterampilan itu mempunyai sifat berlanjut yaitu mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir, tunda titik sebelum tanda tanya, atau membaca fakta sebelum membaca untuk mencari ide utama.
c.         Keterampilan itu bisa digeneralisasi maksudnya anak yang telah menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menerapkan kapan saja dan dimana saja jika situasinya menghendaki penggeneralisasian.

Komentar

Postingan Populer