MATERI 6 (STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA)
Alternatif Strategi Pembelajaran
Keterampilan Berbicara
Kemp
berpendapat bahwa strategi pembelajaan adalah suatu kegiatan pembelajaran yang
harus dilaksanakan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat di capai secara
efektif dan efisien. Penggunaan strategi dalam pembelajaran sangat diperlukan
untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil yang
optimal. Tanpa strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak akan terarah
sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara
optimal, dengan kata lain pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efektif
dan efesien.
1.
Strategi
pembelajaran KSUPP (P)
Penerapan
stategi ini misalnya saja dalam pembelajaran menceritakan pengalaman yang
paling mengesankan. Pengalaman yang paling mengesankan merupakan sebuah
peristiwa yang sulit untuk dilupakan. Pengalaman yang paling mengesankan
merupakan sebuah topik yang dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti
pembelajaran.
2.
Strategi
pembelajaran Kuantum
Aplikasi
strategi pembelajaran kuantum adalah dalam pembelajaran menyampaikan
pengumuman. Strategi pembelajaran kuantum diterapkan melaui metode diskusi dan
tanya jawab dalam teknik koreksi sesama teman.
3.
Strategi
pembelajaran Kooperatif Berbantu Objek Langsung
Menjadikan
pembelajaran berbicara sebagai pembelajaran yang menyenangkan merupakan sebuah
tantangan yang harus dihadapi oleh guru bahasa Indonesia. Sebagai contoh dlam
pembelajaran berbicara.
4.
Strategi
pembelajaran Heuristik
Strategi ini
diterapkan melalui metode penugasan, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi
dengan teknik storytelling berbantu media personal photograph (foto pribadi).
Pembelajaran Berbicara Berbasis
Masalah : Stategi Dan Pendekatan Implementasi Kurikulum 2013
tujuan
utama pembelajaran berbicara adalah membangun keterampilan berbicara kepada
peserta didik. Implementasi teori konstruktivisme di dalam strategi
pembelajaran berbicara dimaknai:
a) Pembelajaran
berbicara perlu dikondisikan dan didorong agar siswa memiliki keberanian untuk mendiskusikan pengetahuan yang dipelajarinya.
b) Siswa
perlu didorong untuk berfikir divergen dan berkreasi pada stu jawaban yang di
anggap benar.
c) Siswa
terdorong untuk mengeplorasi berbagai informasi baru.
d) Siswa
perlu diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan kemampuan berbicara.
Perencanaan Pembelajaran Berbasis Masalah
Perencanaan Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran
berbasis masalah memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Pembelajaran
berfokus pada masalah
2) Siswa
memiliki peran dan tanggung jawab memecahkan masalah
3) Guru
berperan sebagai fasilitator yang mendukung saat siswa memecahkan masalah
Strategi yang
digunakan guru adalah sebagai berikut:
1) Penentuan
tema yang diangkat menjadi topik masalah yang akan dipecahkan.
2) Proses
interaksi yang di desain memecahkan masalah.
3) Kemampuan
yang mengawal interaksi belajar.
Tahap-tahap proses pemecahan masalah yaitu:
1) Tahap
menyampaikan ide atau gagasan.
2) Tahap
penyajian fakta yang diketahui.
3) Tahap
mempelajari masalah.
4) Tahap
evaluasi.
Menentukan
Tujuan Belajar Berbicara Berbasis Masalah
Menentukan
masalah dengan bersandar (Hosnan, 2014:35) tentang pokok teori belajar, yaitu:
1. Individu,
hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apanila ia menggunakan pikirannya.
2. Dengan
melakukan proses-proses kognitif dalam proses penentuan siswa akan memperoleh
sensasi dan kepuasan intelektual yang suatu penghargaan intrinsik.
3. Satu-satunya
seseorang dapat mempelajari teknik-teknik dala melakukan penemuan adalah ia
memiliki kesempetan untuk melakukan penemuan.
Arends
(Abbas, 2000, dalam Hosnan, 2014: 296) mengemukakan kriteria-kriteria dalam
menyodorkan masalah yang aka dipecahkan oleh peserta didik, sebagao berikut:
a) Autentik,
yaitu masalah berakar pada kehidupan nyata siswa dari pada berakar pada
prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu.
b) Jelas,
yaitu masalah dirumuskan dengan jelas, artinya tidak menimbulkan ambiguitas
yang membingungkan siswa.
c) Mudah
dipahami, artinya masalah yang di sajikan disesuaikam dengan karakteristik
kognitif peserta didik an pengetahuan awal yang di miliki.
d) Luas
dan sesuai dengan tujuan pembalajaran, artinya peserta didik dapat berkreasi
melihat masalah dari berbagai sudut pandang menurut keyakinannya.
e) Terintegrasi
berbagai mata pelajaran, artinya masalah dapat mengembangkan pembelajaran mata
pelajaran lain.
f) Bermanfaat,
peserta didik memperoleh nilai dari usaha memecahkan masalah, nilai kognitif
dan sikap.
Menentukan Materi Pembelajaran
Berbicara
Cara
mengidentifikasi masalah pembelajaran menurut Brunner sebagai berikut:
a) Materi
pembelajaran berbicara disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
b) Materi
pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan
yang di inginkan.
c) Materi
pembelajaran berbicara harus mampu merangsang ppeserta didik berfikir kreatif.
d) Masalah
yang di sajikan harus menumbuhkan motivasi intrinsik peserta didik untuk
terlibat langsung menanggapi, menilai dan menganalisis fakta.
Pendekatan Saintifik dan Strategi Pembelajaran Berbicara
Langkah
strategi pembelajaran berbicara berbasis masalah yaitu sebagai berikut:
a) Tahap
menyampaikan ide atau gagasan.
b) Tahap
penyajian fakta yang diketahui .
c) Tahap
mempelajari masalah.
d) Tahap
menyusun rencana tindakan.
e) Tahap
evaluasi dalam mengatasi masalah.
Komentar
Posting Komentar