PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK


PENGANTAR
Bahasa manusia diperoleh sejak manusia dalam kandungan, tapi dalam makalah ini hanya mengkaji pemerolehan bahasa ketika sudah lahir. Chaer (2009) menyatakan bahwa pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning).
Perkembangan Bahasa Anak adalah salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang diekspresikan melalui pemikiran anak dengan menggunakan kata-kata yang menandai meningkatnya kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi,dapat digunakan untuk berfikir,mengekspresikan perasaan dan melalui bahasa dapat menerima pikiran dan perasaan orang lain. Perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman,penguasaan dan pertumbuhan bahasa.

PEMBAHASAN
1.    Biodata Anak
Nama lengkap : Chintya Azzalia
Nama panggilan : Tya
Jenis kelamin : perempuan
Umur : 1 tahun 6 bulan

2.    Gestur Tubuh
Tya memiliki tinggi dan berat bedan yang ideal untuk anak seumurnya. Sifatnya yang sangat aktif bermain dan penakut pada orang yang belum dia kenal. Tya juga tidak takut untuk bermain di luar ruangan dan bermain kotor-kotor. Karena orang tuanya membebaskan Tya untuk mengeksplor semua yang dia mau. Di umurnya sekarang dia baru bisa untuk berjalan dan masih belum lancar berjalan. Tetapi di saat inilah Tya lebih senang berjalan dari pada duduk siam, Tya akan aktif bergerak dan berjalan kemana saja yang dia mau.

3.    Hasil pengamatan selama 30 menit
Saat penelitian berlangsung Tya merengek untuk minta main kerumah nenek. Tya selalu keluar rumah menandakan kalau dia ingin pergi keluar untuk main. Akhirnya saya betanya “mau kamana dek?” dan dia menjawab “uda” artinya mau main tempat nenek muda. Akhirnya saya yang mengantarnya untuk pergi keluar dan kerumah nenek. Sesampainya di rumah nenek, Tya langsung minta gendong nenek. Kemudian neneknya mengajak untuk memberi makan ayam kecil. Hal ini secara tidak langsung Tya telah melakukan kontak sosial.
Berdasarkan pendapat dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, pada usia tersebut dinamakan tahap satu kata atau holofrastis. Tahap ini berlangsung ketika anak berusia antara 12 dan 18 bulan. Pada tahap ini pula seorang anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Anak sudah mengerti bahwa bunyi ujar berkaitan dengan makna dan mulai mengucapkan kata-kata yang pertama. Itulah sebabnya tahap ini disebut tahap satu kata satu frase atau kalimat, yang berarti bahwa satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap, misalnya “mam” (Saya minta makan); “pa” (Saya mau papa ada di sini), “Ma” (Saya mau mama ada di sini).
Dilihat dari umur dia yang masih 1 tahun 6 bulan melakukan hal yag senada. Sebagai contoh, tya mengucapkan “num” untuk menunjukkan konsep yang luas/lengkap baik untuk meminta minum. Kata tersebut dilotarkan ketika neneknya sedang minum. Pengamatan dilakukan 30 menit dan dapat dikatakan kegiatan yang dilalukan tidak banyak mengalami kendala mengingat anak yang diamati adalah keponakan peneliti dan setiap hari bermain di rumah peneliti sehingga hal itu memudahkan peneliti dalam melakukan pengamatan. Adapun kegiatan pengamatan yang dilakukan, yaitu dengan mendata kata-kata yang diucapkan oleh tya.
1)   Mak : memanggil ibu
2)   Yah : memanggil ayah
3)   Wek : memanggil kakek
4)   Mamam : ingin makan
5)   Num : ingin minum
6)   Itan : melihat seekor ikan
7)   Yam : meminta ayam untuk makan beras yang diberikannya
8)   Mau : menginginkan sesuatu
9)   Bi : memanggil bibi/tante
10)    Uda : memanggil nenek muda
11)    Umah : rumah.
Pada umur tersebut anak baru mendapatkan bahasa ibu atau bahasa pertamanya, dimana proses anak mulai mengenal dengan lingkungannya secara verbal. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak awal hidupnya melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungan. Bahasa pertama merupakan suatu proses awal yang diperoleh anak dalam mengenal bunyi dan lambang yang disebut bahasa. Pemerolehan bahasa adalah proses pemahaman dan penghasilan (produksi) bahasa pada diri anak melalui beberapa tahap mulai dari meraban sampai fasih berbicara.


Daftar Pustaka
Arsanti, M. (2014). Pemerolehan bahasa pada anak (kajian psikolinguistik). Jurnal PBSI3(2).
Tussolekha, R. (2015). Mekanisme pemerolehan bahasa pada anak usia satu dan lima tahun. Jurnal Pesona1(2).
Darwansyah, A., Mahdalena, M., Silvia, N., Rianti, S., Kuntarto, E., & Noviyanti, S. PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK. Sekolah Dasar1, A1D118027.



Komentar

Postingan Populer